SENTER TANPA BATERAI

SENTER TANPA BATERAI
CARA BUAT SENTER TANPA BATERAI | KLIK DI GAMBAR...

03 Desember 2016

Melakukan Perbaikan Sistem Transmisi Manual



Tujuan pembelajaran
Setelah mempelajari materi ini, siswa diharapkan mampu :
1.    Siswa mampu memahami dasar-dasar sistem transmisi
2.    Siswa mampu merawat berkala sistem transmisi sesuai literatur
3.    Siswa mampu merawat berkala sistem transmisi sesuai SOP

A.   Dasar-dasar Sistem Transmisi Sepeda motor 
Sistem transmisi merupakan serangkaian komponen dalam sebuah sepeda motor yang berfungsi untuk meneruskan putaran dari poros engkol menuju ke roda belakang. Sepeda motor dirancang sedemikian rupa agar dapat dioperasikan di segala medan, tanjakan, turunan dan jalan datar. Tentu saja power atau tenaga yang dibutuhkan untuk menggerakkan kendaraan akan berbeda tergantung dari kondisi jalan. Sebagai contoh seorang tukang becak akan lebih banyak mengucurkan keringatnya ketika mengayuh becaknya di jalan yang menanjak, lain halnya ketika berada pada jalan mendatar apalagi jalan yang menurun. Ketika jalan menanjak tukang becak harus lebih kuat mengayuh pedal becaknya agar torsi roda bertambah besar sehingga becak dapat berjalan. Seandainya saja becak memiliki sistem transmisi, tentu saja tukang becak akan lebih terbantu terutama pada saat jalan menanjak kayuhan pedal menjadi lebih ringan walaupun harus mengayuh dengan putaran yang lebih cepat.
Selain berfungsi untuk meneruskan putaran dari mesin ke roda, sistem transmisi juga berfungsi untuk menyesuaikan besarnya momen puntir (torsi) pada roda belakang. pada saat jalanan mendaki, sepeda motor membutuhkan momen puntir (torsi) yang besar namun kecepatan atau laju sepeda motor yang dibutuhkan rendah dan sebaliknya pada saat jalan mendatar atau menurun, sepeda motor membutuhkan momen puntir (torsi) yang kecil tetapi kecepatan atau laju sepeda motor tinggi.
Sistem transmisi sepeda motor terdiri dari dua macam, yaitu transmisi manual dan transmisi otomatis


a.    Transmisi manual
Tipe transmisi manual  yang digunakan yaitu tipe constant mesh, pada transmisi tipe ini terdapat beberapa pasang gear (roda gigi) sebagai pengatur putaran. Jumlah pasangan roda gigi sesuai dengan jumlah kecepatannya, misalkan sebuah sepeda motor tertentu memiliki 5 kecepatan maka di dalam sistem transmisi sepeda motor tersebut terdapat 5 pasang gear transmisi yang memiliki jumlah mata gear yang berbeda beda. Pada transmisi tipe manual, perubahan kecepatan ditentukan oleh si pengemudi melalui mekanisme pemindah gigi dengan cara menginjak pedal pemindah gigi maju atau mundur.
b.    Transmisi otomatis
Tipe transmisi otomatis yang digunakan pada sepeda motor yaitu CVT, singkatan dari Continuously Variable Transmission. CVT adalah transmisi otomatis yang perubahan kecepatannya terjadi secara berkesinambungan. Perubahan kecepatannya sangat halus dan tidak ada hentakan walaupun handle gas ditarik secara tiba-tiba. Perubahan kecepatan pada transmisi jenis CVT terjadi secara otomatis berdasarkan pada besar kecilnya putaran mesin dan beban kendaraan yang dialami oleh roda belakang. Sistem perubahan kecepatan pada transmisi CVT ini memanfaatkan gaya centrifugal pada puli primer atau puli penggerak.

B.   Komponen-komponen Sistem Transmisi Manual
Transmisi manual pada sepeda motor terdiri dari dua komponen utama, yaitu mekanisme pemindah gigi dan gear transmisi
1.    Mekanisme Pemindah Gigi
Mekanisme pemindah gigi adalah serangkaian komponen transmisi manual yang bertugas untuk mengatur perpindahan gigi transmisi dengan cara menggeser gigi gigi geser pada gear transmisi. Mekanisme pemindah gigi ini digerakkan langsung oleh pengemudi dengan cara menginjak pedal pemindah gigi arah maju atu mundur.


Gambar. Mekanisme pemindah gigi
Sumber. Astra honda motor
Keterangan gambar :
1.    Garpu pemindah gigi / shift fork
2.    Pen garpu pemindah gigi
3.    Circlip pen garpu pemindah gigi
4.    Drum gearshift
5.    Plat bintang pemindah gigi
6.    Pen drum gearshift
7.    Plat stopper
8.    Pegas plat stopper
9.    Poros peminah gigi
10. Lengan pemindah gigi
11. Pegas
12. Pegas
a.    Cara kerja komponen
Cara kerja mekanisme pemindah gigi : pada saat pedal pemindah gigi diinjak, poros pemindah gigi akan berputar dan menggerakkan lengan pemindah gigi, pada bagian atas lengan pemindah gigi terdapat semacam kait yang berfungsi untuk menarik atau mendorong pen drum gearshift dan selanjutnya drum gearshift akan berputar, pada saat drum gearshift berputar maka garpu pemindah gigi akan bergeser mengikuti alur cacing yang terdapat pada drum gearshift, dan selanjutnya garpu pemindah gigi akan menggeser gear transmisi (gigi geser).
b.    Fungsi komponen
1.    Pedal pemindah gigi : berfungsi sebagai operator mekanisme pemindah gigi, jika pedal diinjak maka poros pemindah gigi akan berputar maju atau mundur tergantung dari pedal bagian mana yang diinjak
2.    Poros pemindah gigi : selain berfungsi untuk menggerakkan lengan pemindah gigi, poros pemindah gigi juga berfungsi sebagai pembebas kopling pada sepeda motor tipe cub.
3.    Lengan pemindah gigi : bertugas memutarkan drum gearshift dengan cara mendorong atau menarik pen drum gearshift
4.    Drum gearshift : terdapat alur semacam jalur cacing yang berguna untuk mengatur gerak garpu pemindah gigi / shift fork. Ketika drum gearshift berputar maka garpu pemindah gigi akan bergeser menyesuaikan alur.
5.    Garpu pemindah gigi / shift fork : bertugas menggeser gigi geser pada gear transmisi sehingga diperoleh kombinasi rasio roda gigi yang tepat
6.    Plat bintang : bersama dengan plat stoper bertugas sebagai penahan drum shift gear agar tidak berputar dengan sendirinya. Karena jika drum shift gear berputar maka gigi transmisi akan berubah, hal ini akan sangat berbaha jika terjadi pada saat kendaraan berjalan atau mesin menyala.

2.    Gear transmisi

Gambar. Gear transmisi manual
Sumber : Astra Honda Motor
Keterangan gambar :
1.    Poros input / poros utama
2.    Poros output / poros pembalik
3.    Gear output gigi satu (gigi bebas)
4.    Bush
5.    Gear input gigi dua (gigi bebas)
6.    Gear output gigi dua (gigi geser)
7.    Gear input gigi tiga (gigi geser)
8.    Gear output gigi tiga (gigi bebas)
9.    Gear input gigi empat (gigi bebas)
10. Gear output gigi empat (gigi mati)
11. Sprocket
12. Plat pengunci sprocket
13. Collar
14. Pegas plat stopper
15. Plat stopper gigi top
16. Washer
17. Washer
18. Washer
19. Washer
20. Circlip
21. Circlip
22. Oil seal
23. Baut
24. Bearing
25. Bearing
26. bearing
Transmisi terdiri dari beberapa pasang gear yang terpasang berjejer pada dua buah poros transmisi, yaitu poros input transmisi dan poros output transmisi. Jumlah gear pada transmisi manual sepeda motor tergantung dari jumlah kecepatan sepeda motor tersebut, misal sepeda motor yang memiliki empat kecepatan maka jumlah gear transmisinya juga empat pasang atau delapan gear transmisi.
a.    Komponen gear transmisi
1.    Roda gigi
Jenis-jenis roda gigi yang terdapat pada transmisi manual sepeda motor ada 3 macam yaitu :
a.    Roda gigi mati
Gambar. Roda gigi mati
Roda gigi mati adalah roda gigi yang terpasang mati pada porosnya atau ada juga yang dapat dilepas tetapi ketika terpasang pada porosnya, roda gigi tersebut akan ikut berputar jika porosnya berputar dan sebaliknya jika roda gigi tersebut berputar maka porosnya pun ikut berputar
b.    Roda gigi bebas
Gambar. Roda gigi bebas
Roda gigi bebas adalah roda gigi yang terpasang bebas pada poros transmisi. Roda gigi bebas dapat berputar pada porosnya tetapi tidak dapat bergeser, sehingga pada bagian tengah roda gigi bebas dibuat halus agar dapat berputar dengan lancar. Pada roda gigi bebas biasanya dilengkapi dengan dog hole yaitu lubang pengait antar gear
c.    Roda gigi geser
Gambar. Roda gigi geser
Roda gigi geser adalah roda gigi yang dapat bergeser pada porosnya dan jika roda gigi ini berputar maka poros transmisi juga ikut berputar, dan sebaliknya jika poros transmisi berputar maka roda gigi geser akan ikut berputar. Pada bagian tengah dari roda gigi geser terdapat alur sebagai tempat shift fork atau garpu pemindah gigi. Roda gigi geser juga dilengkapi dengan dog yaitu semacam tonjolan pengait antar gear. Ketika gigi ini bergeser maka dog akan saling berkaitan dengan dog hole pada roda gigi bebas.
2.    Poros transmisi manual
Poros transmisi manual pada sepeda motor terdiri dari dua macam yaitu:
a.    Poros input transmisi
Poros input transmisi adalah poros utama atau poros penggerak sistem transmisi. Poros input digerakkan oleh poros engkol mesin melalui perantara kopling. Pada motor jenis cub, poros engkol dan poros input transmisi dihubungkan oleh dua buah kopling yaitu kopling otomatis (kopling centrifugal) dan kopling manual (kopling plat banyak). Sedangkan pada motor jenis sport hanya dihubungkan dengan menggunakan satu buah kopling saja yaitu kopling manual (kopling plat banyak)


b.    Poros output transmisi
Poros output tranmisi merupakan poros yang bertugas sebagai penerus putaran dari poros input menuju gear sproket roda belakang. Arah putaran poros output tidak sama dengan poros input, jika poros putaran poros output searah dengan putaran roda belakang maka arah putaran poros input adalah kebalikan dari arah putaran roda belakang.

b.    Cara kerja gear transmisi manual
1.    Posisi netral
Pada posisi ini pedal pemindah gigi belum diinjak sehingga seluruh pasangan roda gigi masih dalam keadaan bebas sehingga putaran dari poros input tidak dapat diteruskan ke poros output. Posisi ini ditandai dengan nyala lampu netral berwarna hijau pada panel indikator speedometer.
2.    Posisi gigi masuk
Posisi gigi masuk yaitu posisi dimana ada salah satu pasangan roda gigi yang saling terkait satu sama lain sehingga putaran dari poros input dapat diteruskan ke poros output. Gigi masuk terjadi jika pedal pemindah gigi diinjak, pedal pemindah gigi diinjak sekali maka gear transmisi akan masuk ke gigi kecepatan satu. Pasangan gigi satu bekerja dan pasangan gigi yang lain hanya ikut berputar saja tetapi putarannya tidak berpengaruh pada putaran poros output. Pedal pemindah gigi diinjak untuk kedua kalinya maka pasangan gigi kedua bekerja dan gigi yang lainnya hanya ikut berputar saja tanpa mempengaruhi gigi yang lainnya, begitu seterusnya sampai pada pasangan gigi tertinggi.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar